close
*** MASUKAN HTML WIDGET/IKLAN/GAMBAR/DSB DISINI***

Teken MoU, Indonesia dan China bangun pusat pengembangan rumput laut

Teken MoU, Indonesia dan China bangun pusat pengembangan rumput laut

Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Asosiasi Rumput Laut China/China Algae Industry Association (CAIA) dalam peningkatan perdagangan dan pengembangan rumput laut di Indonesia.

Ketua ARLI, Safari Azis mengatakan kerja sama ini sangat diperlukan oleh kedua belah pihak baik. Kerja sama tersebut juga memiliki dampak positif bagi petani rumput laut Indonesia.

"Nanti petani kita akan melakukan pelatihan ke China demi mengetahui teknologi yang terdapat disana," ujar dia di menara KADIN, Jakarta, Kamis (28/4).

Safari menegaskan Indonesia dan China bakal mendirikan Seaweed Research And Development Center yang akan membantu pembudidayaan rumput laut dengan mendirikan China-Indonesia Seaweed Industrial Park.

"Kita akan dukung gerakan ekspor tiga kali lipat rumput laut. Kita juga akan mengembangkan industri pengolahan rumput laut dengan mendirikan China-Indonesia Seaweed Industrial Park" kata dia.

Saat ini, China merupakan negara yang menjadi tujuan Indonesia dalam ekspor rumput laut terbesar dengan market share mencapai 70 persen.

"China menjadi tujuan utama kita. Saat ini Indonesia merupakan negara terbesar yang melakukan ekspor rumput laut dengan market share mencapai 72 persen di tahun 2014 dan 70 persen di tahun 2015," pungkas dia.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :